Kesaksian Alhilal Hamdi (73) dan Abdulrachim Kresno (EL ITB 1972) tentang Rizal Ramli

Saya (Alhilal Hamdi) sekamar di sel bareng Bung Rizal Ramli 423โฉ di POMDAM CPM Jl Jawa Bandung berlanjut satu ruang terus di Sukamiskin gak pernah alami Rizal Ramli 423โฉ nangis meraung-raung nyium kaki penyidik dsb.

Kami ketawa-ketawa, bermusik, nyanyi-nyanyi, baca buku, olahraga bareng NAPI Politik & Kriminal..

Saat itu, beberapa ibu-ibu Persatuan Orangtua Mahasiswa (POM) – dipimpin almarhumah ibu Surono & ibu Achmad Noeโ€™man lah yang urus berbagai keperluan dibantu mahasiswa/mahasiswi yunior.

Gak pernah kenal atau ketemu ibu Azis Saleh..
Gak tahu kalau aktivis lain ๐Ÿ™Š

Rizal Ramli 423โฉ prestasi akademis bagus, seperti juga aktivis lain dan kemudian nerusin di luar negeri, bidang ekonomi yang memang diminati..

Saat itupun, hubungan dengan Rektor2 ITB sangat baik: Iskandar Alisjahbana dan Sudjana Sapei๐ŸŽ–๐ŸŽ–๐ŸŽ–๐ŸŽ–

Testimony dari IR. Abdulrachim Kresno, EL ITB 1972:

Rizal Ramli saya kenal sekali sejak sama-sama menjadi Wakil Ketua Dewan Mahasiswa ITB 1975/1976. Orangnya keras sangat memegang prinsip yg diyakininya, tidak pernah menyerah kepada keadaan yang sesulit apapun, kepada siapapun.

Sejak saat itu kami tetap berteman dan sangat sering berkegiatan bersama bahkan dari hari kehari. Jadi saya sangat mengenal betul karakter beliau karena sudah kenal selama lebih dari 45 tahun. Bohong sekali kalau ada tulisan yang mengaku dari Johny Saleh yang mengatakan bahwa Rizal Ramli meraung-raung minta maaf pada waktu ditangkap, ditahan dan diadili dalam rangka aktivitasnya di Gerakan Mahasiswa 1978.

Saya yang bersama-sama dengan Rizal Ramli, Irzadi Mirwan (alm) dan Yoseph Manurung (alm) diadili di Pengadilan Negeri Bandung dalam kaitannya sama-sama menulis Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 bahkan tidak pernah mengajukan naik banding atas vonis 1,5 tahun karena ketidak percayaan kami terhadap Sistim Peradilan Orde Baru.

Satu lagi disebutkan dalam tulisan itu ada peranan ibu Azis Saleh dalam membantu mahasiswa saat itu adalah bohong besar. Yang sering membantu para aktivis mahasiswa yang diadili saat itu adalah pengurus IOM ITB ibu Soerono (alm) dan ibu Noe’man (alm). Kalau melihat masivnya penyebaran tulisan yg katanya dibuat oleh Johny Saleh itu, masuk ke setiap WAG (Whatsaap Group) angkatan di alumni ITB maka bisa dipastikan ini perbuatan buzzer berbayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 20 =